Hubungan Estrogen dengan Hiperplasia Endometrium

Sebelum mengakhiri kuliah patologi anatomi tadi pagi, prof Sarjadi menanyakan mengapa estrogen menyebabkan hiperplasia endometrium ? dan mengapa wanita yang meminum pil KB tidak mengalami hiperplasia padahal didalamnya juga mengandung hormon estrogen?



Tidak memperoleh jawaban yang memuaskan, beliau menjadikan ini sebagai tugas yang harus dicari jawabannya....
Setelah membaca beberapa buku dan browsing di internet, saya akhirnya mendapat jawaban yang tampaknya cukup memuaskan (Insya Allah... :p).Semoga jawaban ini dapat membantu teman-teman angkatan 2008 yang ingin mengetahui.Jika ada kritik atau tambahan silakan mengisi di kotak komentar...
 
Hiperplasia endometrium  adalah suatu kondisi dimana sel-sel di lapisan endometrium uterus terus membelah secara berlebihan.Umumnya ini merupakan kondisi yang jinak, tetapi pada beberapa kasus hiperplasia atipik dapat berubah menjadi kanker. Berdasarkan buku yang saya baca Hal ini berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Pada siklus menstruasi normal hormon estrogen merangsang pertumbuhan endometrium. Sedangkan hormon progesteron yang berfungsi mempertahankan endometrium untuk implantasi blastokis, juga memiliki mengurangi reseptor  hormon estrogen di endometrium.Oleh karena, Jika terjadi siklus menstruasi tidak normal seperti siklus anovulatorik (tanpa ovulasi), akan dihasilkan produksi hormon estrogen yang berkepanjangan tanpa adanya hormon progesteron. Keadaan ini akan menyebabkan pertumbuhan endometrium berlebihan.

Pada kasus orang yang meminum pil KB dan tidak terjadi hiperplasi endometrium,ini disebabkan karena biasanya pil KB selain mengandung hormon estrogen juga dilengkapi oleh hormon progesteron.Hormon progesteron iniah yang menyeimbangkan efek dari hormon estrogen sehingga tidak terjadi hiperplasi endometrium.Contoh lainnya adalah pada wanita yang mengalami menopause.Pada usia itu, biosintesis hormon estrogen dan progesteron sangat sedikit.Untuk mengurangi keluhan/gejala menopause sebagian wanita berumur memakai hormon pengganti dari luar tubuh (terapi sulih hormon), bisa dalam bentuk kombinasi estrogen dan progesteron ataupun estrogen saja.Jika hanya estrogen yang dimasukkan ke tubuh, hal ini juga dapat menyeabkan hiperplasi.


Sekian... :)


7 komentar:

rizka = nunuw mengatakan...

makasih ya bangjohn,,, hrz rajin2 k blogmu nich.. :p

Irwan Nuryadin mengatakan...

makasih banget bang...

jo4_dai mengatakan...

backgroundnya terlalu gelap..jadi susah dibaca..
btw,ternyata benar di blog nya bang John ada jawabannya,,
ga panjang lagi jawabannya..
lugas lngsg menjawab mslh..
hi hi

hyouga_kun mengatakan...

thanks bro.....
sering2 ya update beginian...
wkwkwkwk
:)

Lolifox mengatakan...

mangstab, bang :D

hyouga_kun mengatakan...

wkakakakak....
lolifox....
what the....

Bro,, mohon pencerahany,, efek progesteron tuw ada hubunganya dengan peluruhan dinding endometrium?? trus nek seumpama ada orang minum estrogen tanpa progesteron brarti g mens?? trus nek ada orang minum pil kb berarti ada mens tapi tanpa sel telur??
thnx....

Ridzky Bang John mengatakan...

@ all : yup..sama2..makasih udah mampir..hhe..

@yoga :kalo progesteron bukan meluruhkan..tpi memelihara kondisi endometrium sm mencegah efek estrogen berlebihan..kalo orang minum estrogen tanpa progesteron ntar malah ga ada yg ngontrol pertumbuhan endometrium..lama2 bisa hiperplasia..

Poskan Komentar